Guru Dapto High School Australia Kunjungi Pesantren IMMIM Putra

FAJAR.CO.ID, MAROS–Lima guru Dapto High School (DHS) Australia Timur, melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Modern Pendidikan Alquran IMMIM di Kampus II Moncongloe, Maros, Sulsel, Ahad (14/4).

Mereka itu, Andrew Fitzs Simons (Kepala Sekolah DHS), Jill Jones, Lisa Felgate, Dave Batemen, dan Michelle Cosgrove

Ketua YASDIC IMMIM Divisi Kepesantrenan, Nurfadjri menjelaskan, kedatangan kelima guru tersebut tindak lanjut Bridge Program Pemerintah Australia. Beberapa waktu lalu, dua guru Pesantren IMMIM, Satang dan Suhartini memenuhi undangan Bridge Program studi banding ke Australia.

”Kehadiran guru-guru Dapto School itu merupakan kunjungan balasan ke pesantren IMMIM Putra atas biaya mereka sendiri,” kata Nurfajri.

Selama seharian berada di Pesantren IMMIM, para guru Dapto High School memotivasi santri serta menggambarkan anak didiknya di Australia yang mencapai 1000-an orang dididik untuk mandiri dan memiliki keterampilan.

Selanjutnya, rombongan guru negara Kanguru itu juga menggelar diskusi dan tukar menukar informasi, mengenai pola pendidikan di Dapto High School yang berdiri sejak 1957 itu dan Pesantren IMMIM.

Dalam pertemuan yang dipandu, ustaz Hamzah itu, Kepala Sekolah Dapto High School mengungkapkan, setamat SMA 60 persen siswanya terserap di dunia kerja dan 40 persen memilih kuliah.

Menariknya, para siswa Dapto sangat cinta lingkungan, sehingga di areal sekolah terdapat kegiatan daur ulang. Selain itu, kampus Dapto High School di Wollongang, Australia yang memiliki staf 125 orang itu, minim bayar listrik, karena mengandalkan teknologi tenaga surya sebagai pembangkit listrik.

Mereka juga memantau kegiatan ekstra kurikuler santri. Diantaranya, pembuatan masakan sempol (sejenis nuget dari bahan tahu) yang laris dibeli santri, pembuatan hiasan pelat kuningan, pembuatan lampion dari daur ulang gelas, pembuatan tas/tali kur.

Turut diamati, kegiatan seni dan olah raga santri yang tengah bermain, seperti grup marching band, olah raga voli, basket, serta beladiri karate. Selain itu, para guru Dapto meninjau langsung kebun santri berisi berbagai jenis tanaman. Kebun itu dikelola Departemen Lingkungan Hidup, Ikatan Santri Pesantren IMMIM (ISPIM atau OSIS). (rin)

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *