Pesantren IMMIM Putra Sambut 322 Santri Baru

Sebanyak 322 santri baru Pesantren Modern Pendidikan Alquran IMMIM Putra  disambut resmi penerimaannya, Ahad (14/7) di Aula Ponpes IMMIM Putra, Tamalanrea, Makassar.

Penyembutan penerimaan dihadiri Ketua YASDIC IMMIM, Ir HM Ridwan Abdullah,MSc, Ketua YASDIC Unit  Kepesantrenan IMMIM, Ir Hj Nurfajri FL,M.Pd, Direktur Ponpes IMMIM, Dr H Mukhlis Mukhtar,M.Ag, Kepsek SMP  IMMIM, Nasir Ameth,Kepsek SMA IMMIM, Drs Mursyid, para pembina/guru dan orang tua santri baru

Ketua YASDIC IMMIM, Ir Hm Ridwan Abdullah berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terutama para orang  tua santri yang menitipkan anaknya mengecap pendidikan di Pesantren IMMIM.

Ketua YASDIC IMMIM, Ir H.M Ridwan Abdullah

Dikatakannya, setiap tahun selalu berkembang issu ”Kemana anak-anak akan disekolahkan?”. Sepuluh tahun  terakhir, dunia pendidikan selalu dihebohkan istilah Sekolah Unggulan dengan pola manajemen mutu input output.  Lebih mengarah base oriented sehingga seleksinya sangat ketat, namun base proses terkesan sangat minim.

Nah, bagaimana dengan IMMIM?, tanya Ridwan. Dikatakannya, di IMMIM itu tak jelimet terima santri baru, kecuali  aspek kesehatan, karena itu terkait kehidupan interaksi kelak dalam pondok pesantren.

“Anak-anak santri baru IMMIM, sejak tahap wawancara saat seleksi masuk, mulai dipetakan sesuai bakat dan  kemampuannya. Para guru/pembina juga senantiasa tingkatkan kualitas SDM dengan pembelajaran e-learning  dan menganggap seluruh santri punya keunggulan.

Kemudian prinsip di Ponpes IMMIM ”Mencerdaskan yang cemerlang dan bergumul dengan yang unggul”.

Karena setiap santri atau murid memiliki keunggulan masing-masing. Itulah yang harus diasah dan diolah dengan pendekatan ”4 0”’. Olah qalbu, Olah pikir, Olah Rasa dan Olah Raga.

Dengan demikian, guru tak hanya mencerdaskan yang unggul, tapi seluruh potensi sesuai premetaan  senantaiasa diupayakan  terbenahi dengan baik.

Prinsipnya Pesantren IMMIM, dalam hal BEST INPUT dan BEST PROCESS  sangat dikedepankan dan mendapat atensi.

Proses pendidikan dilakukan melalui  berbagai jenis penajaman menuju terbentuknya kualitas luaran IMMIM,” tandas Ridwan.

Menyinggung sarana, Ridwan menandaskan, perangkat keras dan lunak terus diwujudkan, termasuk pengadaan kolam renang dan berbagai inovasi pengembangan sarana/prasarana kampus II IMMIM yang  menempati lahan 8 hektar di MoncongloE, Maros.

Rangkaian kegiatan, pemberian penghargaan bea siswa kepada santri baru berprestasi,santri lama kategori  teladan. Sejumlah guru yang telah mengabdi 20 dan 30 tahun juga dapat penghargaan.

Sementara itu, Direktur Pesantren IMMIM, Dr H Muchtar Muhlis didampingi Ketua Panitia Santri baru IMMIM Tahun  Pelajaran 2019/2020, Dr Nazaruddin,M.Ag mengemukakan, tahun ini pendaftar 401 dan lulus 317 santri baru  (SMP/SMA). Selain itu ditambah lima santri (SMP) pindahan. Jadi total santri baru tahun ini 322 orang.

”Proses pendidikan di Pesantren IMMIM akan berjalan dengan baik, jika berbagai elemen terkait saling bersinergi.  Termasuk didalamnya, aktifnya komunikasi harmonis unsur pembina,orang tua dan peserta didik. Itulah sebabnya,  dalam pesantren terdapat wali asrama/pembina melekat yang tidur bersama anak-anak di asrama selama 24 jam,” ungkap Mukhlis Mukhtar yang juga dosen UIN Alauddin, Makassar itu. (RakyatSulsel)

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *