Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Ristekdikti dengan Ikigai Asia, salah satu startup binaan Ristekdikti. Menggelar kegiatan yang bertaraf Nasional. Perhelatan yang bertajuk National Science Project Competition menantang siswa-siswi seluruh Indonesia untuk membuat sebuah proyek sains yang bisa menjawab suatu permasalahan di daerah. Memikirkan tentang suatu permasalahan yang dekat dengan kita, dan mencoba untuk memikirkan solusinya dengan sains atau teknologi.
Setelah proses penjurian lebih dari 100 karya sains terbaik dari sekolah-sekolah yang berasal dari seluruh Indonesia maka ditetapkan 10 besar Nasional. TIM dari MA Pesantren IMMIM masuk sebagai 10 finalis dan merupakan satu-satunya TIM dari Madrasah dan juga berasal dari Luar Pulau Jawa. ke 10 finalis tersebut mendapatkan paket wisata sains di Puspiptek Ristekdikti, Tangerang, Banten.
Adapun juga babak finalnya di adakan pada hari Kamis, 25 April 2019 di Gedung Technology Business Incubation Center (TBIC), Kawasan Puspiptek Ristekdikti, Jl. Raya Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Mekanisme pada babak final yaitu melalui presentasi karya setiap peserta di depan dewan juri, kemudian ketiga tim inilah yang keluar dan berhak meraih juara.
• Juara I: Muh. Ivan Sandyna & Gilang Achmad Syafi’i (MA Pesantren IMMIM Putra Makassar).
Judul Karya: Water Harvester: Alat Penghasil Air dari Udara dengan Memanfaatkan Peristiwa Kondensasi.
• Juara II: Muhammad Alfarazi & Nathaniel Dave Angginta Lumban Batu (SMA Negeri 71 Jakarta).
Judul Karya: CAKA: Advanced Level of Hydroponic Nutrition Fluid.
• Juara III: Miranda Afriska & Elena Serenida Hutasoit (SMAN 24 Kabupaten Tangerang).
Judul Karya: Pemanfaatan Seblak (Selokan Berbahan Dasar Plastik) Sebagai Alternatif Drainase Ramah Lingkungan Berbentuk U-Ditch.

Para Juara National Science Project Competition Puspiptek Ristekdikti

Alhamdulillah TIM dari MA Pesantren IMMIM meraih JUARA I, semoga prestasi ini bisa kita pertahankan dan yang paling penting, ini kado spesial untuk keluarga besar pesantren IMMIM di momen MILAD. Kita percaya prestasi ini tidak semata karena usaha dari tim kita yang luar biasa. Dukungan yang maksimal dari pihak pondok serta berkah dari doa-doa para asatidz di ma’had, adik-adik santri, para alumni, dan restu dari orang tua dan keluarga Ivan dan Gilang, di rumah-lah yang membuat ini semua bisa terwujud”, tutur Nur Ahmad Syahid Selaku Pembina TIM.

Terkait kabar gembira Pesantren IMMIM mendapatkan JUARA 1 dalam kompetisi tersebut, Ketua YASDIC IMMIM Unit Kepesantrenan, Ir Nurfadjeri FL, M.Pd menyatakan kesyukurannya pada Allah Swt. Semoga ke depan, santri IMMIM terus meningkatkan prestasinya.

Gilang dan Ivan Jawara Proyek Sains