Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3/2020) secara resmi mengumumkan virus Corona dari Wuhan atau Covid-19 sebagai pandemik. WHO juga mengingatkan untuk selalu membersihkan tangan secara teratur dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air, atau bila terpaksa dengan antiseptik, sebagai bentuk pencegahan. Di Indonesia sendiri, sudah terdapat 227 kasus pada (18/3/2020), penularan Covid-19 ini drastis cepat.

Demi mencegah penularan virus corona Covid-19, kebanyakan orang selalu sedia hand sanitizer ketika berpergian. Karena, ahli telah menyarankan selalu menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran kuman dan bakteri. Namun hand sanitizer antiseptik jadi habis diborong di pasaran. Fenomena panic buying ini juga membuat harga hand sanitizer meroket.

Melihat persoalan ini, santri binaan TEAM Lab IPA Pesantren IMMIM membagikan informasi mengenai pembuatan hand sanitizer sederhana menggunakan campuran bahan alami serta alkohol guna menanggulangi kekhawatiran dan kelangkaan hand sanitizer di masyarakat.

Biosanitiser merupakan sebutan dari hand sanitizer yang terbuat dari bahan-bahan alami berbasis kearifan lokal yang dibuat oleh santri beserta Guru Pembimbing Ust Rusmadi di Lab IPA Pesantren IMMIM. Adapun komposisinya adalah Ekstrak Citrus Aurantifolia (Jeruk), Cymbopogon Citratus (Daun Serai), Syzgium Polyanthum (Daun Salam), Piper Betle (Daun Sirih), serta Alkohol 70%. Masing-masing ekstrak tumbuhan sebanyak 25 ml untuk 1000 ml Biosanitiser.

Bahan yang digunakan diekstraksi dengan metode MASERASI untuk mendapatkan senyawa yang dibutuhkan dalam pembuatan biosanitiser yang efektif membunuh kuman, bakteri, virus dan mikroorganisme lainnya. Adapun keunggulan dari produk ini adalah sangat instan digunakan dan tidak lengket ditangan. Selain itu biosanitiser ini menghasilkan aroma yang khas sehingga bisa menjadi parfum alami.

Penulis:
Nur Ahmad Syahid, S.T.
Koordinator MAFIKIB Pesantren IMMIM Putra Makassar