24 Mei 2026 Moncongloe — Pondok Pesantren IMMIM Putra Moncongloe menerima kunjungan edukatif dari TPQ Nurul Muttahidah pada Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 86 peserta rombongan yang terdiri dari santri dan orang tua santri TPQ Nurul Muttahidah.
Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan keislaman, pendidikan, kemandirian, serta menanamkan nilai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup sejak usia dini.
Rombongan TPQ Nurul Muttahidah disambut hangat oleh Wakil Direktur Pondok Pesantren IMMIM Putra, Ustadz Mursyid, bersama jajaran pembina dan Tim Hijau Pondok Pesantren IMMIM Putra. Kehadiran rombongan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana edukasi bagi para santri TPQ untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, pembinaan karakter, serta program lingkungan yang diterapkan di Pesantren IMMIM Putra Moncongloe.
Dalam sambutannya, Ustadz Mursyid menyampaikan apresiasi atas kunjungan TPQ Nurul Muttahidah ke Pondok Pesantren IMMIM Putra. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan inspirasi kepada para santri untuk semakin semangat dalam menuntut ilmu, membentuk akhlak mulia, dan turut menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab seorang muslim.
Mengenal Sejarah IMMIM, Eco Pesantren, dan Digitalisasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran film sejarah IMMIM dan selayang pandang kehidupan santri di Pondok Pesantren IMMIM Putra. Melalui tayangan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan perjalanan, nilai-nilai pendidikan, serta budaya pembinaan santri yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Selain itu, peserta juga menyaksikan film Eco Pesantren yang menampilkan berbagai program kepedulian lingkungan yang dijalankan oleh para santri. Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pesantren IMMIM Putra dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu agama dan akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis.
Pada sesi pengenalan program, Ustadz Muhammadiyah Yunus menjelaskan bahwa Pondok Pesantren IMMIM Putra Moncongloe terus mengembangkan konsep pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, IMMIM Putra tidak hanya dikenal sebagai pesantren ramah lingkungan, tetapi juga menerapkan program pesantren ramah anak dan pesantren digital.
Melalui konsep tersebut, santri tidak hanya dibina dalam aspek keilmuan dan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki keterampilan, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan atau santripreneur. Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam mencetak generasi Islami yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak dan keislaman.
Edukasi Lingkungan Bersama Tim Hijau IMMIM
Setelah mengikuti sesi pengenalan, para peserta diajak berkeliling melihat sejumlah fasilitas unggulan yang berkaitan dengan program Eco Pesantren. Kegiatan ini dipandu oleh pembina bersama Tim Hijau santri IMMIM Putra.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Green House. Di tempat ini, para peserta melihat langsung proses penyemaian, perawatan, dan pengelolaan berbagai jenis tanaman. Melalui kunjungan tersebut, santri TPQ diperkenalkan pada pentingnya merawat tumbuhan serta menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain Green House, rombongan juga mengunjungi Rumah Daur Ulang. Di lokasi ini, peserta melihat bagaimana santri IMMIM Putra dibina untuk memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Program ini menjadi salah satu bentuk edukasi nyata tentang pentingnya mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Para santri TPQ dan orang tua juga mengikuti pelatihan pengolahan sampah sederhana. Dalam kegiatan ini, peserta tampak antusias mengikuti praktik membuat kreasi dari bahan bekas yang dipandu langsung oleh Tim Hijau santri IMMIM. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman menarik karena peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik edukatif.
Ziarah ke Makam Pak Ridwan Abdullah
Selain mengiku
ti kegiatan edukasi lingkungan, rombongan TPQ Nurul Muttahidah juga melaksanakan ziarah ke makam Pak Ridwan Abdullah, salah satu sosok berjasa dalam pembangunan kampus Pondok Pesantren IMMIM Putra Moncongloe.
Ziarah ini berlangsung dengan khidmat dan menjadi bagian dari pembelajaran nilai sejarah, penghormatan kepada para pendahulu, serta penguatan adab bagi para santri. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengenal bahwa keberadaan lembaga pendidikan yang besar tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan para tokoh yang telah berjasa.
Penampilan Santri IMMIM Putra
Kunjungan edukatif ini juga semakin berkesan dengan penampilan santri kelas 1 Pondok Pesantren IMMIM Putra. Para tamu dibuat kagum dengan kemampuan santri yang tampil berpidato serta berdialog menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Penampilan tersebut menjadi gambaran hasil pembinaan bahasa dan keberanian tampil yang diterapkan di lingkungan pesantren. Para santri tidak hanya dilatih memahami ilmu, tetapi juga dibiasakan untuk percaya diri, komunikatif, dan mampu menyampaikan gagasan di hadapan publik.
Memberi Motivasi bagi Santri TPQ

Kepala TPQ Nurul Muttahidah, Ustadz Fahmi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari Pondok Pesantren IMMIM Putra. Menurutnya, kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para santri dan orang tua.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak TPQ Nurul Muttahidah untuk semakin mandiri, bersemangat dalam belajar, mencintai lingkungan, serta memiliki cita-cita yang tinggi dalam menuntut ilmu.
Melalui kunjungan ini, Pondok Pesantren IMMIM Putra Moncongloe berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek keagamaan, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, keterampilan, dan tanggung jawab terhadap alam.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar