Info Sekolah Umum

Selayang Pandang: Pesantren Modern Pendidikan Alquran IMMIM

14 Jan 2026

Mengintegrasikan Tradisi, Moderasi, dan Inovasi untuk Mencetak Pemimpin Masa Depan


Berdiri sejak lebih dari 50 tahun lalu, Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM merupakan pesantren modern pertama di kawasan Timur Indonesia. Berdiri atas inisiasi H. Fadeli Luran bersama pengurus DPP Ikatan Masjid Muballigh Indonesia Muttahidah (IMMIM), pesantren ini telah menjadi rumah bagi ribuan putra-putri terbaik bangsa dalam menempa akhlak, ilmu, dan kepemimpinan dan hadir sebagai garda terdepan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, spiritual, dan karakter.


Di bawah bimbingan para kiai yang mumpuni—lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Timur Tengah—para santri menempuh pendidikan di kampus seluas lebih dari 8 hektar. Kehidupan santri diatur dalam suasana islami, dengan penekanan pada disiplin ibadah seperti salat berjamaah wajib di masjid, tahfiz Alquran, dan pengkajian kitab kuning dengan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang bersifat wasathiyah (moderat). Hal ini tercermin dalam motto IMMIM: "Bersatu dalam akidah, toleran dalam furu' dan khilafiyah, serta bersatu dalam NKRI dan toleran dalam kebhinekaan."


Kurikulum yang diterapkan menggabungkan kurikulum nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama dengan kurikulum khas KEIMMIMAN, menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis dan religius. Seluruh jenjang pendidikan telah terakreditasi A, menjamin standar mutu yang tinggi.


Diasuh oleh kiai-kiai mumpuni—lulusan terbaik dari pesantren dalam negeri maupun universitas ternama di Timur Tengah—para santri dibimbing secara intensif dalam penghayatan Al-Qur’an, hafalan (sampai 30 juz), tafsir, fiqh, dan kitab kuning, tanpa mengabaikan penguasaan ilmu umum dan keterampilan abad ke-21.


Inovasi menjadi nafas utama proses pembelajaran. Seluruh area pesantren dilengkapi akses internet berkecepatan tinggi, mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Santri menggunakan Chromebook sebagai alat bantu belajar sehari-hari dan menerapkan sistem transaksi cashless melalui e-money, menciptakan lingkungan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.


Tenaga pendidik dan kependidikan IMMIM terdiri atas para profesional berpendidikan S1 hingga S3, termasuk profesor (guru besar), yang tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi teladan dan mentor.


Selain penguasaan bahasa Arab dan Inggris, santri juga dibekali dengan kemampuan menghafal Alquran hingga 30 juz, membaca kitab kuning, public speaking, serta pengembangan keterampilan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika (STEAM). Tidak ketinggalan, aspek olahraga, kepemimpinan, dan kewirausahaan turut menjadi andalan, menghasilkan santri yang berprestasi di berbagai kompetensi—mulai tingkat kota hingga internasional.


Kenyamanan dan keamanan santri menjadi prioritas utama. IMMIM hadir sebagai Pesantren Ramah Lingkungan (penghargaan dari PUSDAL LH, 2025) dan Pesantren Ramah Anak Terbaik Kategori Inovasi (2025), dengan fasilitas modern seperti kamar ber-AC, taman asri, sistem daur ulang limbah, dan kolam resapan. Pola asuh yang diterapkan—dikenal sebagai Model Pengasuhan Hasanah—telah diuji secara akademis dan terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang tangguh, beretika, dan berwawasan global.


Lulusan Pesantren IMMIM tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri, termasuk Timur Tengah, Australia, dan Amerika Serikat. Mereka juga berkiprah luas di berbagai sektor, seperti pemerintahan (ASN, kepala dinas, Kepala Daerah), legislatif (DPD/DPR), yudikatif (hakim, jaksa, pengacara), militer dan kepolisian, kementerian/lembaga negara, akademisi (guru, dosen, peneliti, dekan, guru besar), organisasi kemasyarakatan dan keagamaan (MUI, NU, Muhammadiyah, dll.), dunia usaha, serta pengelolaan masjid di seluruh Indonesia.


Dengan fondasi spiritual yang kuat, semangat moderasi, dan komitmen pada inovasi, Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM terus melangkah maju—mencetak generasi penerus yang tidak hanya alim dan berakhlak mulia, tetapi juga kompeten, adaptif, mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan dunia, dan siap memimpin di tengah tantangan global.

Bagikan:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar